Tampilkan postingan dengan label Liputan Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Berita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Dari Mahasiswa untuk Masyarakat Desa





4 April 2016, sebanyak 232 mahasiswa Universitas Negeri Malang siap menjalankan program Kuliah Kerja Nyata Semester Genap tahun ajaran 2015-2016. Program KKN kali ini di pusatkan di Kecamatan Pakisaji karena jumlah mahasiswa yang tidak terlalu banyak agar lebih memudahkan koordinasi. Tema KKN kali ini adalah membangun Desa Terpadu. Program KKN yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan pengabddian Masyarakat (LP2M) ini memiliki visi menjadikan program KKN UM sebagai mitra kerja akademis yang kompeten dan terpercaya dalam memberdayakan dan mengembangkan potensi masyarakat dan potensi sekolah menuju kehidupan yang lebih cerdas, sejahtera, damai, dan bermartabat. Sedangkan misinya adalah menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat, potensi sekolah, potensi Pendidikan anak Usia Dini (PAUD), dan potensi pesantren menuju kehidupan yang lebih cerdas, sejahtera, damai, dan bermartabat, serta peduli terhadap persoalan nusa, bangsa, dan kemanusiaan.

Tema KKN yang dipusatkan di Kecamatan Pakisaji ini, berdasar informasi yang diungkap oleh Prof. Dr. Ach. Fathan, M.Pd dalam sambutan pemberangkatan KKN di Kantor Kecamatan Pakisaji adalah “Pengembangan Potensi Desa Terpadu”. Dalam hal ini mahasiswa KKN diharapkan dapat mengidentifikasi potensi wilayah lokal desa bersama anggota masyarakat, menyusun profil desa, mengenalkan dan melatih penerapan IPTEK dan seni, mengembangkan usaha ekonomi produktif melalui penggalakan kegiatan kewirausahaan, pengembangan sector informal melalui oelatihan ketrampilan, intervensi teknologi tepat guna yang relevan, dan pengelolaannya. Selain itu juga dapat menyelenggarakan program peningkatan fungsi kelembagaan di pedesaan dan membudayakan belajar pada masyaakat seperti perpustakaan desa, kelompok belajar, TPQ, TBM, dll. Sebelum diberangkatkan, mahasiswa telah mengikuti pembelakan di kampus dengan didampingi oleh para dosen dan pakar pemberdayaan masyarakat dari LP2M. Mahasiswa ditantang untuk melakukan pengabdian penuh selama 45 hari, mulai 4 April 2016 hingga 19 Mei 2016. Satu kelompok KKN terdiri dari 20 mahasiswa dari berbagai macam prodi yang beragam.

Desa yang menjadi focus utama program KKN adalah Desa Glanggang, Karangpandan, Wonokerso, Sutojayan, Karangduren, Kendalpayak, Genengan, Permanu, Wadung, Jatisari, Kebonagung, Pakisaji. Dalam pembukaan yang disambut langsung oleh jajaran camat dan para lurah kecamatan pakisaji ini diterima dengan senang hati. Camat Pakisaji dalam pidatonya di pembukaan KKN mengungkapkan bahwa kedatangan para Mahasiswa di desa ibarat peri yang di kirim dewa dari kayangan, artinya dengan segala kelebihannya dan keilmuan yang mendalam bisa diterapkan di dunia yang real yaitu masyarakat desa. Desa-desa yang dipilih sudah dipertimbangan terlebih dahulu dan diharapkan program yang telah dirancang oleh mahasiswa bisa tepat sasaran serta membawa kebermanfaatan bagi pembangunan masyarakat khususnya wilayah pedesaan.


Cloth Art Fest



November 2016 silam saya mengikuti lomba melukis kaos yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu. Berikut ini liputan singkat saya. Check it out, Gaes.

          Saat ini perkembangan dunia fasion semakin berkembang. Berbagai macam produsen tekstil berlomba-lomba untuk memberikan inovasi terbaiknya. Kaos merupakan produk tekstil yang cukup laku di pasaran higga saat ini. Kaos juga dijadikan oleh-oleh suatu daerah untuk mempromosikan objek wisata atau potensi lokal daerah tersebut. Hal ini ditangkap dengan baik oleh pengrajin kaos di kota Batu untuk menjadikan kaos sebagai oleh-oleh wisatawan.

          Kota Batu merupakan kota wisata. Sebagai oleh-oleh khas daerah, Kota Batu memiliki kekhasan tersendiri. Batu identik dengan buahnya yakni apel beserta olahannya seperti sari buah apel dan kripik apel. Selain apel, Batu juga memiliki potensi lain seperti jeruk, strawberry, sayur mayur dan bunga. Kota Batu cukup kuat mengelola UKM nya yang berkutat pada pertanian dan olahan makanan. Namun sayangnya, oleh-oleh berupa souvenir belum banyak dikembangkan disini. Beberapa pengusaha memanfaatkan peluang ini untuk menjajakan kaos bertema Batu. Namun produk yang beredar belum memiliki ciri khas yang berbeda. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Kota Batu mengadakan Cloth Art Fest dengan pengadaan workshop dan lomba lukis kaos bertema Wisata Kota Batu sebagai terobosan baru untuk menggenjot perekonomian masyarakat melalui produk kreatif kaos lukis.

        Cloth Art Fest diikuti oleh para pengrajin kaos, seniman, kalangan wirausaha, dan mahasiswa dari Batu dan Malang Raya. Kuota peserta kurang lebih 100 peserta. Acara ini cukup meriah karena selain lomba juga ada workshop pembuatan kaos lukis. Acara berlangsung dari jam 9 pagi hingga 10 malam di Gedung Pancasila Balaikota Among Tani- Batu. Pada malam harinya, kaos para finalis diperagakan oleh para Kakang-Mbak yu Kota Batu. Dari lomba lukis kaos ini terdapat 7 juara yaitu juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3. Dan satu lagi adalah juara favorit pilihan walikota Batu. Para pemenang mendapatkan trophy dan uang tunai. Wah seruu kan acaranya? Pengen tahu karya kaos lukis khas Batu, yuk mampir ke Batu. :)