Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2016

Resolusi Tahun 2017




Mimpi-mimpi yang dirajut indah, dibalut dengan doa dan semangat   


Akhir tahun 2016 adalah akhir tahun yang membahagiakan bagi saya. Bagaimana tidak? Di penghujung tahun ini saya akan menyandang gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan). Ini adalah kado terindah yang baru bisa saya berikan kepada bapak, ibu dan seluruh kelaurga. Untuk pertama kalinya dalam silsilah keluarga yang menyandang gelar sarjana. Maklum saya lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat sederhana, bisa makan saja Alhamdulillah apalagi diberi kesempatan kuliah. Saya sangat bersyukur luar biasa.

Saya selalu percaya jika kita punya niatan yang kuat pasti ada jalan. Bayangan ibu saya pada saat itu mungkin saya hanya akan bisa sekolah sampai SMP lalu bekerja sebagai buruh, tapi Tuhan berkata lain. Keinginan saya yang kuat untuk bisa sekolah mengalahkan segalanya. Beasiswa dan bantuan donatur Tuhan kirimkan silih berganti.

Salahsatu kebiasaan saya adalah menulis impian dan cita-cita saya pada kertas-kertas kecil lalu saya tempel di depan cermin. Entah mengapa setiap kali saya membaca tulisan-tulisan ini saya mendapat energi yang semakin membuat saya percaya bahwa mimpi saya akan tercapai walaupun entah kapan akan benar-benar terwujud.

2017, apa saja mimpi-mimpi saya? Yaps, berikut ini adalah harapan saya. Sambil baca, bantu amin-kan ya.


Master Degree Schoolarship Hunter

Tahun 2017 yang akan datang saya akan kembali berjuang untuk mendapatkan beasiswa master. Saya akan mencoba beasiswa dalam dan luar negeri. Tidak masalah bagi saya kuliah dimana pun asal sesuai dengan keilmuan yang saya hendaki dan tentunya ada sponsorship yang siap membantu. Beberapa kali saya stalking tentang beasiswa yang ingin saya coba. Membaca dari internet, datang dalam acara seminar/talkshow beasiswa, datang ke pameran pendidikan, bertanya pada orang-orang yang telah mendapat beasiswa tersebut, hingga membeli buku motivasi beasiswa. Berbicara soal kuliah master, saya ingin sekali melanjutkan kuliah di jurusan Pendidikan Luar Sekolah atau yang serumpun dengan ilmu ini seperti social development, andragogiek, paedagogiek, kurikulum dan teknologi pendidikan. Saya list apa-apa yang saya butuhkan. Saat ini sedang persiapan. Semoga Tuhan memberi jalan dan dimudahkan. Amiin.


Punya Paspor dan Naik Pesawat Terbang

Intinya saya ingin mengunjungi dunia belahan lain yang belum pernah saya kunjungi. Saya ingin menikmati salju, hangatnya perapian, memakai jaket tebal, berfoto ria, dan berbicara dengan penduduk lokal setempat. Saya sangat senang berpetualang. Semoga kemampuan berbahasa saya semakin meningkat. Kesempatan ke luar negeri gratis sangat banyak seperti mengikuti student exchange dan international conference. Saya selalu minder karena factor kemampuan bahasa. Saya yakin tahun 2017 saya bisa pergi keluar negeri. Amiin. Bismillah.

Nulisnya Semakin Bagus dan Lancar

Semoga blog yang saya garap tetap rutin diisi dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang. Saya punya rencana membuat karya minimagazine ala saya yang saya pelajari dari Master Yujin Sick dan teman-teman UKM Sanggar Minat, belajar menjadi kurator karya-karya seni rupa, menulis hal-hal yang berhubungan dengan keahlian saya dan tetap berguru pada master-master yang sudah berpengalaman dalam penerbitan buku. Amiin. Semoga terwujud ya Tuhan.

Menjadi Wanita yang Amazing

Amazing di mata manusia dan amazing di mata Tuhan. Amiin. Saya tidak bisa memaksa seluruh manusia akan menyukai saya. Saya punya banyak salah dan dosa. Tapi saya selalu mau berusaha untuk memperbaiki. Saya sering dipuji, semoga segala  pujian tidak membuat saya terlalu lama melayang dan semoga segala kritik dan saran senantiasa membuat saya semakin “awesome”. Saya berharap saya tetap menjadi orang yang rendah hati, semangat, dan hangat.

Punya Akun Sosmed yang Bermanfaat untuk Kebaikan

Selama ini saya hanya menggunakan sosmed untuk kepentingan pribadi, semoga ke depannya saya bisa mengelola sosmed dengan baik dan berharap memiliki akun khusus untuk berbagi ilmu dan kebaikan. Amin

Itulah harapan saya di tahun 2017, semoga bisa terwujud dan diijabah Tuhan. Amiin ya Rabbal alamiiin.

Semangat !!!

Minggu, 25 Desember 2016

My Notes: 3P’s for Scholarship Hunter





Topik pertama yang akan saya bahas dalam catatan saya kali ini adalah tentang pengalaman-pengalaman saya dalam mendapatkan beasiswa. 

Alhamdulillah saya diberi kemudahan untuk bisa belajar hingga di perguruan tinggi. Sungguh luar biasa nikmat yang diberikan sang Pencipta kepada saya. Alhamdulillaaahh...


Beberapa orang-orang disekitar saya mengatakan bahwa mereka melihat hidup saya ini mulus-mulus saja. Buat dapetin beasiswa pun juga kayaknya gampang banget gitu deh.  Sampe-sampe ngiri tuh sama saya. “Sumpah, aku ngiri banget Win sama kamu.”Hehehe…. Padahal tidak segampang itu. Saya musti kerja keras buat wujudtin itu semuanya. Emang bener tuh apa kata penulis kesayangan saya kalo buat dapetin beasiswa itu emang gak mudah, kalau ada yang bilang cari beasiswa itu mudah, wah itu bohong banget. Hidup musti struggle. Bukan ujuk-ujuk kita bisa seneng ketawa-ketawa gitu. Nangis pun saya juga pernah bahkan rasa tertekan dan khawatirpun juga pasti ada.


Nah langsung aja saya ceritain tentang pengalaman saya dapetin beasiswa mulai dari SD sampai kuliah.


BEASISWA pas SD

Dulu saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Almaarif 07 Tunjungtirto Singosari. Sekolahannya di pelosok sana. Waktu saya masih SD, awalnya sih prestasi belajar saya biasa-biasa saja. Saya jarang belajar waktu itu, tapi mulai kelas 1 saya selalu masuk 10besar di kelas. Dan kagetnya lagi saya selalu masuk 3 besar sejak kelas 2 sampai kelas 6 SD. Kata orang-orang sih saya pintar. Sejak kelas 4 SD saya sering banget di ikutin lomba-lomba olimpiade gitu. Mulai olimpiade matematika, MIPA dan bahasa. 

Nah, karena dipercaya guru buat mewakili sekolahan itulah saya mulai lebih rajin belajar. Tapi sebenarnya saya suka sekali menggambar, sayangnya gak pernah ada kompetisi gambar. Jadinya ya menggambar sekedar hobi buat corat-coret saja. Gak bagus-bagus amat sih gambaran saya, tapi ya lumayanlah. Waktu SD, mamah papah saya masih kerja jadi semua kebutuhan akademik saya sangat di support. Setiap penerimaan raport pun saya selalu mendapat reward dari wali kelas saya berupa perlengkapan alat-alat tulis karena saya selalu masuk 3 besar. Jadi ketika saya sekolah disana saya tidak pernah membeli buku maupun perlengkapan tulis lainnya dan pada saat lulusan rewardnya gak Cuma alat tulis tapi juga ada amplopnya nih gara-gara NEM saya terbaik di sekolah. Wah lumayan lah walaupun nominalnya Rp 50.000. bagi saya pas masih SD itu sudah sangat banyak. 

Oke guys, That is the first reward about my scholarship…That is my first experience for me to get the next scholarship in the next school.



BEASISWA di SMP

Suatu kebanggaan bisa bersekolah di SMP elit di kota saya. SMPN 1 Singosari?? Yeah.. That’s right… SMPN 1 Singosari itu adalah satu-satunya sekolah SBI di kabupaten saya. Dari tujuh ratus siswa yang mendaftar di sana, yang di ambil hanya 320 siswa. Dan kalian tahu saya peringkat berapa?? Saya peringkat 312 looh… Wkwkwwkk… Tidak apalah. Syukur Alhamdulillah Allah memberi saya kesempatan buat saya untuk belajar di sekolah elit ini. Pas saya kelas VII, saya masuk di kelas yang prestasi belajarnya standart, lalu meningkat pada saat mau kenaikan ke kelas VIII.  Di kelas VIII saya masuk di kelas IPA looh.. “SCIENCE CLASS”… dan kelas IX saya masuk di MATHEMATIC CLASS, kelasnya para juara. Bahkan teman skelas saya ada yang sampai menjuarai olimpiade tingkat nasional.. Waw!!!.

Di angkatan saya ada 8 kelas, 3 diantaranya adalah kelas unggulan yaitu MATHEMATIC CLASS, LANGUAGE CLASS and SCIENCE CLASS. Dan 5 lainnya kelas biasa. Waktu SMP saya aktif di beberapa organisasi yaitu OSIS bag. Divisi Kerohanian, Sekretaris eskul karawitan, bendahara eskul Science Club, vokalis seni terbang jidor Albanjari dan anggota biasa di eskul jurnalistik dan MPK… Jadi tidak jarang saya pulang sore bahkan harus menginap jika ada acara organisasi. Selepas pulang pun setelah beristirahat sebentar, saya juga masih harus menyempatkan diri untuk belajar agar saya tidak tertinggal dengan teman-teman lainnya walaupun saya aktif di organisasi. Ketika saya di SMP, mamah saya sudah tidak bekerja. Hanya ayah lah yang waktu itu bekerja serabutan, kadang ngojek, kadang kuli bangunan, kadang tukang kayu. Yaa, seadanya lah…. Karena biaya di sekolah elit merogoh kocek cukup dalam, akhirnya ayah saya memutuskan untuk meminta keringanan biaya. 

Alhamdulillah sekolah saya ini sangat toleran pada saya stelah saya dan papah saya mondar-mandir mengurus ke RT, RW dan kelurahan untuk meminta keterangan kurang mampu.  Pembayaran uang pendaftaran dan SPP di potong 50% sampai lulus. Yeahh…  That is my second scholarship.. Karena sudah mendapat banyak kebaikan di sekolah ini, mencari banyak pengalaman tidak pernah saya sia-siakan  tempat ini untuk mewujudkan cita-cita dan harapan saya buat mamah,papah dan orang-orang di sekitar saya. Semoga bermanfaat dan barokah ilmunyaa. Amiiiin…



BEASISWA di SMK

Dulu awalnya saya pengen banget sekolah di SMA Tugu soalnya ya emang itu sekolah favorit di kota Malang. Tapi nahasnya, waktu keluarga saya sedang ada musibah sehingga butuh pengeluaran banyak dan saya mengurungkan niatanak usa saya buat sekolah disana. Mamah saya mengusulkan supaya saya tidak sekolah di sekolah formal namun mengambil jalur nonformal kursus menjahit. Namun saya tetep ngotot waktu itu buat sekolah di sekolah formal walaupun saya di sekolahan di sekolah yang pretasinya tidak terlalu bagus. 

Gila’… Akhirnya saya sekolah di SMKN 2 Malang.. Jauh banget sama sekolah SMP saya. Dari segi apapun jelas walaupun letaknya di tengah-tengah kota tapi malah tertinggal jauh sama sekolah impian saya. Awalnya saya jengkel banget sekolah disitu tapi jurusan saya mencoba membuka hati dan mata saya melihat realita sosial. Kalau dulu saya taunya Cuma sekolah elit dan siswa-siswa berprestasi. Di sini nih saya menemukan pengalaman yang berbanding terbalik 380 derajat… Alamaaaaak… 

Beradaptasi di sekolah ini memang butuh waktu yang cukup lama… Di sekolah ini saya aktif hanya di 1 organisasi yang sagat menarik  perhatian saya yaitu ECC (English Convertiation Club), perkenalanku dengan senior ECC yaitu Mbak Dea, Mbak Masayu dan Mas Afandi sangat memukau sekali bagi saya. Lalu saya berkenalan dengan Ridhu dan Kharisma yang pada akhirnya kami bertiga menjadi tim debat yang solid pada masa itu. Banyak pengalaaman yang saya lalui disini termasuk dalam perjalanan prestasi dan scholarship saya di sekolah ini. 

Di sekolah ini saya sering mengikuti berbagai kompetisi dan beberapa memperoleh juara diantaranya juara debat, telling story, writing competition, dan speech. Bahkan saya pernah menjadi DUTA HIV/AIDS 2010 dan lulus menjadi juara umum kedua di sekolah.  Sempat memukau dan membuat semua mata terbelalak. Nah, banyak juga nih keuntungannya setiap saya menjuarai lomba. 

Saya cukup dekat mengenal Wakasek, wakasek saat itu adalah Ibu Rila. Beliau mengatakan akan memberi beasiswa setiap memberi prestasi pada sekolah. Setiap prestasi akan di hargai free SPP selama 3 bulan. Nah, bisa di bayangin kan kalau semakin saya ikut lomba dan saya menang berapa kali SPP saya yang di bebaskan. Bahkan pada saat saya lomba LKSN di jakarta, saya di beri saku lumayan banyak walaupun saya tidak menang. Subhanallaaah… Alhamdulillahirabbil ‘alamiiin ya Robb… dalam keadaan kurang seperti ini engkau masih saja memberi jalan padaku untuk mengukir sejarah prestasi perjalanan hamba…. 

Tidak hanya itu saja, masih ada cerita lain ketika saya naik ke kelas XI saya butuh biaya banyak untuk  praktek, Allah memberi jalan pada saya lewat seorang hamba Allah yang memimbing saya hinga pada akhirnya saya tinggal di sebuah panti asuhan. Di sana saya di support segala sesuatunya oleh donatur yang dengan ikhlas menyekolahkan saya hingga saya lulus… Yeah… begitulah cerita saya hingga saya bisa menabung untuk masa depan saya dan meringankan beban orang tua saya. Saya tetap berdoa, bersabar dan selalu berusaha dalam menjalani ini semua…



BEASISWA di Perguruan Tinggi

Nah… ada yang lebih menarik dari perjuangan saya masuk di perguruan tinggi. Lebih tepatnya saya bisa dikatakan dengan menyogok. Tapi saya tidak menyogok dengan uang… Gaya suap saya yaitu dengan memamerkan prestasi saya pada perguruan tnggi yang akan saya masuki. 

Begini ceritanya guys… Awal pendaftaran SNMPTN saya sudah menyiapkan beberapa perguruan tinggi negeri yang sudah saya list diantaranya yaitu UGM Jogjakarta Jurusan Sosiatri, UNESA Surabaya Jurusan PLB, dan UM Malang Jurusan PLS. Begitu PD nya saya dalam hati untuk bisa di terima di UGM karena pengalaman tahun sebelumnya teman saya yang mendaftar disana dengan nilai yang biasa-biasa bisa masuk di UGM. Saya sangat berharap lolos SNMPTN Undangan ini karena jika saya tidak lolos maka harus masuk lewat jalur SNMPTN tulis yang saya tidak paham dengan soal-soal yang akan di ujikan. Namun ternyata saya tidak lolos. Kecewa dan sedih bercampur aduk menjadi satu. 

Dengan saran dari teman saya, saya iseng-iseng main ke ruang informasi UM. Saya menanyakan tentang jalur masuk UM, maunya sih waktu itu juga main ke UGM namun ku urungkan karena terlalu jauh dan izin di panti juga susah. Ternyata, di UM juga membuka jalur prestasi khusus… Syaratnya hanya memiliki prestasi akademik/non akademik minimal tingkat provinsi. Pas banget kan?? Kebetulan saya punya banyak bukti prestasi di SMK. Tapi sayangnya pendaftarnnya uda lewat, aku sudah terlambat…. Sayang bangeeet….

Tapi entahlah, pada waktu yang sama. Ada seorang bapak yang ingin mendaftarkan anaknya lewat jalur itu juga. Dan ada petugas yang mengatakan jika ingin daftar jalur itu langsung saja menemui pak rektor.  Waw??? Pak Rektor?? Dengan wajah polos dan percaya diri saya pergi ke kantor pak rektor di A1 dan izin pada resepsionis yang ada disana. Namun resepsionis tidak mengizinkan saya bertemu dengan pak rektor, lalu saya di rujuk menuju ruang Biro apa itu saya lupa namanya dan di oper lagi untuk menuju ruang BAAKPSI menemui ibu Mimin Nurbintarti. Saya ceritakanlah semua yang saya lakukan hari ini dengan beliau, beliau juga dengan mudahnya menangkap maksud dan tujuan saya. 

Rasanya pengen nangis bisa berkenalan dengan beliau ini. Saya langsung di telfonkan ke kantor kajur PLS UM dan hari itu juga saya di suruh  pulang untuk melengkapi berkas dan hari itu juga saya di pertemukan dengan dosen PLS yaitu Bapak Imam Hambali untuk di tes seleksi wawancara masuk PLS UM. Saya senang sekali saat itu dan sesuai dugaan saya di terima di PLS UM dengan mudah. Itu artinya planning B, C dan D saya batalkan. Karena ada beberapa alternatif yang sudah saya rencanakan yaitu nekat maju di SNMPTN Tulis karena memang sudah mendaftar, mengikuti seleksi lanjutan karena lolos di babak awal di PARAMADINA University dan terakhir ikut beastudi etos.

Awal masuk UM jalur prestasi khusus, saya tidak dapat mendaftar beasiswa bidikmisi karena bidikmisi hanya bisa di ikuti siswa yang mendaftar SNMPTN saja. Waktu itu saya tidak terlalu memikirkan biaya studi selama di UM yang penting saya bisa masuk terlebih dahulu disana.

Lalu beberapa hari kemudian saya dan ibu saya bersilaturahmi di kantor Ibu Mimin dan menyampaikan rasa terimaksih saya pada beliau dan menanyakan perihal pindah jurusan dan soal beasiswa. Ibu Mimin memberi pilihan pada saya untuk keluar dari PLS atau tetap stay di PLS namun akan di beri beasiswa bidikmisi. Sempat tersontak kaget saat saya di tawari bidikmisi. Akhirnya saya terima tawaran beliau itu untuk tetap stay di PLS dan menekuninya baik-baik.  

 Ya Allaaaah… Begitu indah rencanamu ya Allaaaah… Kau memudahkan jalanku ya Allaaaah…. Ya begitulah perjalanan saya dalam mencari beasiswa di perguruan tinggi…. Semua tentu saja tidak lepas dari doa mamah dan papah saya di rumah.

Lalu apa sih tipsnya supaya kita dipermudah dalam mendapatkan beasiswa? Nah, berikut ini adalah tips kak Asad tentang beasiswa yang sudah saya praktekkan.


PRAY, berdoa… senantiasa berdoa. Yang tidak berdoa saja terkabul, lah apalagi ya berdoa, ya gak??

POSITIVE, selalu berfikir yang baik-baik karena dengan pikiran yang baik akan membuat kita lebih bersemnagat lagi loh…

Dan terakhir yaitu PERSISTANCE, berusaha dan berikhtiar… 



Perlu kesabaran  dalam menjalani sebuah proses yang luar biasa.. Di balik  gemuruhnya guntur dan lebatnya hujan yang cetar membahana, Allah suguhkan pelangi indah untuk kita semua… Heheheh… ^_^
So… What will you do now???
Fighting guys….

Kepo yang Positif




         Kepo alias knowing everything adalah kebiasaan seseorang yang pengen tau aja tentang apa-apa yang ada di sekelilingnya. Saya adalah termasuk orang yang punya kebiasaan ini. Entah ini bagaimana bisa jadi kebiasaan saya. Sejak kecil sampai dewasa tidak bisa hilang. Saya termasuk anak yang ber-IQ rendah akan tetapi rasa ingin tahu saya tentang hal-hal di sekeliling saya cukup tinggi. Setiap ada apa-apa yang menurut saya aneh, janggal, belum pahami saya selalu bertanya, bertanya, dan bertanya. 

         Saya masih ingat betul bagaimana ayah, ibu, kakek, dan nenek saya ketika mengasuh saya saat kecil. Saya sering bertanya banyak hal pada mereka. Entah di rumah, di jalan, di pasar, dimana-mana deh. hehe. Dan bersyukurnya mereka menanggapi segala pertanyaan saya dengan sabar. Nggak bisa dibayangin kan gimana nyebelinnya saya pada saat itu.


Pernah suatu ketika saya kepo urusan orang lain dan melibatkan diri saya untuk ikut campur ke dalam urusan tersebut. Dan akhirnya hubungan saya dengan orang yang saya kepoin diantaranya adalah sahabat saya sendiri menjadi renggang. 
***


        Tidak hanya sekali hal itu terjadi melainkan beberapa kali sudah terjadi. Sehingga banyak yang tidak suka dengan saya dan mulai menjauhi saya. Saya sangat sedih dan terpukul sekali ketika hal ini terjadi. Menyesal, sangat menyesal. Dari pengalaman inilah akhirnya saya sadar jika kepo saya berlebihan. Kadar kepo ini harus ditekan dan diarahkan. Sejak saat itu saya tidak lagi kepo tentang urusan pribadi seseorang yang nggak mau dikepoin. Saya mengarahkan kepo saya pada hal-hal yang positif seperti kepo tentang ilmu pengetahuan.

Kepo akan menjadi positif jika diarahkan dalam hal-hal baik. 

Buat kamu yang suka kepo, yuk kepo dalam hal kebaikan. ^_^

Kuliah dan Berorganisasi, Why Not?


Manusia diciptakan di muka bumi ini sebagai seorang khalifah yang bisa memimpin bumi ini dengan sebaik-baiknya. Kita dilahirkan di bumi ini tidak lain adalah untuk menjadi seorang pemimpin, pemimpin yang adil, bijaksana dan bertanggungjawab atas segala sesuatu yang dipimpinnya untuk kebaikan bumi dan seisinya. Setiap manusia pastinya memiliki pengalaman menjadi seorang pemimpin. Pemimpin tidak hanya di asumsikan sebatas memimpin organisasi, lembaga atau yang terlihat kasat mata saja. Memimpin diri sendiri sebagai individu merupakan hal terkecil dari sebuah kepemimpinan. Bisa dibayangkan jika setiap individu dalam sebuah kepemimpinan tak bisa memimpin dirinya sendiri, apa yang terjadi? Pastinya organisasi tersebut tidak akan berdiri tegak karena dinamika individu-individu yang tidak selaras. Berbeda pendapat dan pikiran memang hal biasa terjadi dalam suatu organisasi. Dari permasalahan yang ada dalam organisasi inilah peranan seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Kata kunci seorang pemimpin adalah ‘pengaruh’ dimana ia memiliki pengaruh penting dalam orang-orang yang dipimpinnya dan bagaimanapun caranya ia harus bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya.
***


Dalam hidup saya sebagai makhluk sosial, saya tidak pernah lepas dengan sebutan sebagai makhluk sosial. Untuk memenuhi kebutuhan sosial salah satunya yaitu dengan bergabung dengan sebuah perkumpulan/organisasi. Sejak kecil saya sudah sering masuk dalam lingkup organisasi mulai dari organisasi karangtaruna, majlis taklim,OSIS, ekstrakulikuler di sekolah. Di luar sekolah pun saya juga bergabung dengan beberapa organisasi seperti DPA (Dewan Perwakilan Anak) dan DKM (Dewan Kesenian Malang) hingga saya tumbuh dewasa pun juga masih bernaung dalam organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Jika kita telusuri ternyata tidak semua orang tertarik bergabung dengan organisasi, ada yang menganggap bahwa organisasi hanyalah membuang-buang waktu saja dan ada yang menganggap bahwa dirinya tidak memiliki jiwa kepemipinan dan organisasi sehingga ia tak tertarik dengan berbagai organisasi di sekelilingnya. Bagi mahasiswa mungkin tidak asing dengan istilah ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang kuliah-pulang yang setiap harinya hanya berangkat kuliah dan sepulang kuliah hanya stay di rumah. Padahal ada keasyikan tersendiri ketika kita bergabung dengan sebuah organisasi. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, kita juga pasti memiliki jaringan yang lebih luas. Contohnya saja ketika saya bergabung dengan DKM, karena DKM adalah organisasinya para seniman maka dari sinilah saya mendapat banyak link seniman yang ada di kota Malang. Entah mengapa ketika saya bergabung dengan organisasi saya hampir selalu menempati posisi yang sama yaitu sebagai sekretaris dan bendahara. Paling tinggi sebagai wakil ketua dan tidak pernah menjadi seorang ketua. Namun hal ini tidak menjadi suatu masalah karena sejatinya untuk menjadi seorang pemimpin tidak harus menjabati kedudukan sebagai seorang ketua. Sebagai wakil ketua, sekretaris, bendahara pun juga masih termasuk pemimpin karena ia masih memiliki pengaruh penting dalam sebuah organisasi yang tentunya saya sudah dipercaya oleh anggota bahwa saya bisa menjalankan mandat tersebut.

Di kampus, saya bergabung dengan organisasi UKM SAMIN (Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Minat) yang berkecimpung di dunia seni kerajinan dan desain. Dalam organisai ini saya dipercaya sebagai bendahara pameran yang mengatur sirkulasi keuangan pameran. Sebagai seorang pemegang keuangan saya dituntut bertanggung jawab,memegang teguh nilai-nilai dan jujur dalam segala hal untuk menghindari penyelewengan keuangan organiasasi. Butuh kesabaran,keuletan dan ketelitian sebagai pemegang keuangan organisasi. Sedikit cerita saat masih pertama kali perekrutan anggota, banyak sekali mahasiswa yang mendaftar namun dengan seiring berjalannya waktu satu persatu dari kami mulai tidak aktif lagi dalam organisasi. Inilah yang disebut dengan seleksi alam hingga dari semula yang mendaftar mencapai seratus orang lebih menjadi beberapa gelintir saja yang aktif dengan berbagai macam alasan seperti adanya kesibukan kuliah sehingga tidak bisa mengatur waktu, dilarang orang tua, bosan,dll hingga menjadikan hal ini sebagai tantangan tersendiri bagi saya dan teman-teman yang aktif lainnya untuk merangkul kembali anggota yang telah lama vakum. Tentunya sebagai seorang mahasiswa saya juga disibukkan dengan kuliah dengan seambrek tugas yang juga membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyelesaikannya belum lagi di tengah kesibukan saya sebagai seorang aktifis organisasi UKM SAMIN yang notabenenya sering mengadakan pelatihan dan pameran. Dibutuhkan komitmen untuk bisa mengimbangi antara kuliah dan organisasi serta sebisa mungkin untuk bisa memanajemen waktu sebaik mungkin agar keduanya bisa berjalan maksimal. 

Saya mengibaratkan bahwa kuliah dan berorganisasi itu seperti aktifitas makan dimana kuliah sebagai nasi yang merupakan makanan pokok dan organisasi adalah sebagai lauk-pauknya yang memberikan rasa untuk membuat kita lebih bersemangat untuk makan. Kuliah memang hal pokok yang harus ditempuh namun ada beberapa hal yang tidak kita dapatkan di kelas bahkan hal ini juga tidak masuk dalam matakuliah apapun. Pengalaman organisasi memberikan pelajaran tersendiri tentang menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada diri saya bagaimana menghadapi masalah, bagaimana saya mengambil keputusan, menghormati otoritas, mengelola emosi, mengajarkan toleransi dan mengenyampingkan kepentingan/kepuasan pribadi untuk mengutamakan kepentingan bersama, menggerakkan organisasi hingga kita bisa menetapkan dan mencapai tujuan bersama-sama. Pengalaman-pengalaman berharga ini menjadikan motivasi bagi saya untuk lebih bisa menjadi pribadi yang hangat, bisa mengayomi, selalu berfikir positif, lebih disiplin dan saya yakin bahwa ini semua tidak akan sia-sia. Semua pasti ada manfaatnya ketika nanti saya benar-benar terjun dalam kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. Dengan bekal ilmu dari organisasi saya yakin ini adalah salah satu jurus akselerasi untuk satu langkah lebih maju dari teman-teman saya lainya untuk lebih sukses. Sukses bagi anak kuliahan tidak hanya sebatas lulus dengan gelar cumlaude, sangat dangkal sekali pemikiran kita jika hanya sebatas IPK yang kita kejar. Dalam dunia kerja, bukan nilai IPK yang kita jual tapi skill dan pengalaman yang menjadi senjata. Nilai IPK tinggi bisa kita beli tapi skill dan pengalaman adalah harga mati. Tidak akan dimiliki bagi orang yang tidak pernah menjalani. Namun jangan sampai salah pengertian, siapa bilang aktifis organisasi tidak dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang tinggi? Berorganisasi bukanlah suatu penghalang untuk tetap berprestasi. Justru ini harus menjadi nilai plus bagi kita untuk tetap membangun potensi diri agar lebih baik lagi.

Masih ngeyel kalau organisasi bakal ganggu kuliah kamu, cobain dulu deh. Kamu akan menemukan keasyikan tersendiri. Kuliah dan berorganisasi, why not guys? :)