Kamis, 23 Februari 2017
Pendidikan Luar Sekolah Dibutuhkan di Indonesia?
Ya, benar sekali. Pendidikan Luar Sekolah SANGAT dibutuhkan di Indonesia. Jika kamu tahu sesungguhnya PLS sebagai pendidikan alternative saat ini menjadi pilihan masyarakat. Masyarakat memilih pendidikan luar sekolah yang mencakup pendidikan nonformal dan informal mengingat pendidikan formal tidak dapat seratus persen mengakomodir setiap kebutuhan peserta didiknya. Penyusunan kurikulum yang bersifat topdown membuat pembelajaran yang dilakukan tak dapat menjangkau secara spesifik kebutuhan peserta didik. Berbeda dengan penyusunan kurikulum pendidikan nonformal yang bersifat buttom up artinya segala macam sesuatu dipertimbangkank atas kebutuhan peserta didik.
Selain itu kondisi pendidikan formal di Indonesia yang belum sepenuhnya merata menjadikan pendidikan nonformal sebagai salah satu solusi untuk memberantas kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan.
Jumlah angka buta aksara dan putus sekolah masih saja menjadi sorotan dalam dunia pendidikan. melihat kondisi seperti ini Indonesia masih butuh tenaga untuk mengentaskan buta aksara dan menekan angka putus sekolah. Dengan adanya pendidikan nonformal semuanya akan teratasi. Oleh karena itu tidak mungkin jika pendidikan luar sekolah tidak dibutuhkan saat ini di Indonesia.
Apa yang Harus Diketahui di PLS?
- Di jurusan ini kamu harus menyukai dalam hal pengembangan pendidikan yang lebih kreatif
- Di jurusan ini kamu juga harus mengerti dan menyukai ilmu dasar pelajaran IPS
- Di jurusan ini,kamu akan selalu terlibat dalam pekerjaan dan project yang membuthkan kerjasama tim yang baik
- Di jurusan ini, selain mempelajari bagaimana menjadi pengelola pendidikan nonformal juga diharapkan dapat berinovas dan memecahkan solusi dari permasalahan carut marutnya dunia pendidikan saat ini.
Rabu, 22 Februari 2017
The Power Of Catatan Padek Alias Oret-oretan
Mengapa harus menulis?
Sebuah pertanyaan singkat yang apabila dijabarkan jawabannya pasti setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Secara sadar atau tidak, menulis dan membaca adalah dua kegiatan penting yang sering kita lakukan setiap hari. Setiap jam, setiap menit, dan setiap detik pasti kita melakukan kegiatan membaca maupun menulis. Entah hanya sekedar membaca baliho di jalanan, membaca merek yang ada dalam produk makanan, baju, peralatan elektronik, menerima dan mengirim SMS, BBM hingga membaca maupun menulis status di social media.
Membaca akan membuat kaya pengetahuan dan menulis akan membuatmu bagian dari sejarah. Dengan menulis hal-hal yang bermanfaat sama hal nya dengan menebar kebaikan. Yang menjadi masalah utama seorang penulis biasanya adalah kehabisan ide untuk menulis. Hal ini wajar. Tapi tahukah Anda jika menggali ide ternyata bisa dilakukan dengan cara yang sederhana? Apa itu? Jawabannya adalah dengan membuat catatan pendek.
Blocknote, buku kecil, diari, atau apapun itu jenisnya adalah buku wajib yang harus dimiliki oleh seorang penulis. Mengapa? Karena ide bisa datang kapan saja dan dimana saja. Sehingga dengan adanya blocknote kita bisa menuliskan catatan pendek dan ide-ide yang sliweran di saat yang tak terduga. Saat jalan-jalan kau akan menemukan hal-hal baru dan menarik sepanjang perjalanan, saat mengikuti seminar kau akan mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, saat kau membaca buku, majalah, Koran kau juga akan mendapati hal-hal baru. Hal-hal baru, pengetahuan, dan pengalaman yang kau dapatakan hilang begitu saja saat kau tak mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Minimal saat kita belum sempat menulis secara utuh apa yang kita alami atau yang kita dapati pada saat itu, tulislah beberapa kata secara singkat dalam catatan pendek yang bisa kau tulis di buku kecil, notes di HP, sticy note di laptop atau media lainnya yang menurut kamu nyaman digunakan untuk menghimpun catatan pendek yang kita buat.
Catatan pendek adalah solusi agar kita tak sampai kehabisan ide dalam menulis. Dengan membiasakan diri membuat catatan pendek akan memberi inspirasi saat kita dalam kondisi stuck. Belajar dari penulis-penulis besar yang telah meahirkan karya-karya hebat tentu dalam prosesnya tidak serta merta langsung menjadi satu kesatuan buku yang utuh. Bahkan ulama-ulama terdahulu mengawalinya dengan menuliskan semuanya melalui catatan-catatan yang mereka tulis di daun lontar dan tulang belulang yang pada akhirnya menjadi karya hebat dan tersebar cukup luas. Catatan pendek atau dalam bahasa jawa sering disebut urek-urekan atau oret-oretan tidak bisa disepelekan begitu saja. Karena dari catatan pendek atau oret-oretan kita akan mendapatkan banyak inspirasi yang bisa menjadi solusi saat galau dalam menulis.
Mengenal Lebih Jauh Jurusan Pendidikan Luar Sekolah
Apa itu Pendidikan Luar Sekolah?
Dalam dunia pendidikan terdapat tiga jalur pendidikan yang tak bisa terpisahkan yakni pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah segala macam pendidikan yang ada di luar system seklah formal. Pendidikan Luar Sekolah mencakup dua hal yakni pendidikan nonformal dan pendidikan informal.
Apa itu Jurusan/Program Studi Pendidikan Luar Sekolah?
Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) belum banyak di buka di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Jurusan ini biasanya ada di perguruan tinggi yang memiliki basic bidang pendidikan . Pendidikan Luar Sekolah di beberapa universitas sudah berganti nama menjadi pendidikan nonformal. Walaupun berbeda nama namun substansinya tetap sama. Jika kamu memilih jurusan ini, akan lebih baik jika kamu memilih program IPS saat SMA , tapi hal ini tidak dapat dipungkiri jika siswa SMA dari bidang IPA juga bisa masuk dalam jurusan ini. Porsi ilmu dasar yang paling banyak dikaji adalah seputar manajemen pendidikan nonformal-informal, paedagogi, andragogi, dan ilmu komunikasi.
Jurusan ini Diperuntukkkan Bagi Siapa?
Siapapun bisa masuk ke dalam jurusan ini. Yang penting memiliki passion dalam bidang pendidikan. Bagi mereka yang menyukai tantangan, jurusan ini cocok sekali untuk diambil. Dalam jurusan ini kita akan bertemu dengan karakter peserta didik yang beragam mulai dari anakanak hingga orang dewasa. Sehingga kita dituntut untuk bisa memahami gaya belajar dan metode pembelajaran yang tepat bagi peserta didiknya. Pada kenyataannya, jurusan ini bukan dicetak hanya untuk bekerja sebagai PNS. Dengan kata lain jurusan ini tidak cocok bagi mereka yang berambisi menjadi seorang PNS. Jurusan PLS memiliki ladang yang cukup luas dalam sector swasta.
Apakah Jurusan ini Tepat Bagi Saya?
Nah, sebelum mejawab tepat atau tidaknya jurusan ini buat kamu. Alangkah lebih baik jika kamu merenungkan kembali pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Apakah saya benar-benar memiliki panggilan hati menjadi seorang pendidik?
2. Apakah saya cukup mementingkan kualitas pendidikan selama ini?
3. Apakah selama ini saya memiliki keinginan kuat untuk mengabdi dan memperjuangkan hak-hak rakyat dalam pendidikan?
4. Apakah saya menyukai pelajaran sosiologi?
Jika jawabanmu doinan Ya, maka kamu boleh mendalami ilmu pendidikan luar sekolah. Namun harus diingat jika kamu belajar dalam jurusan ini harus belajar dengan sungguh-sungguh dan haus pengalaman . Rajin mencari pengalaman di luar karena sekedar teori di kelas saja tidak cukup. Dengan mengikuti organisasi atau bergabung dengan instansi pendidikan nonformal akan membuatmu tidak hanya jago dalam teori tapi juga praktek realisasi.
Senin, 20 Februari 2017
Bosan Menggambar di Kertas?
Apakah kamu merasa bosan menggambar di kertas? Atau ingin berkreasi agar gambarmu bisa diaplilasikan pada media lain?
Nah, buat kamu yang suka menggambar dan mewarnai, saya akan memberikan sedikit trik untuk menggambar dan mewarnai dengan media kaos.
Media kaos? Waw, menarik juga yaaa. Gimana caranya? Simak dalam ulasan singkat berikut ini:
1. Sketching
Pertama-tama siapkan kaos polos atau kaos kamu yang memiliki sisi/bidang kosong. Ambil pensil dan gambarlah sketsa sesuai dengan yang kamu inginkan. Usahakan sketsa pensil tidak terlalu tebal agar nanti bekas pensil tidak terlalu kelihatan.
2. Colouring
Usai menggambar sketsa, ambil spidol khusus tekstil. Kamu bisa membelinya di toko ATK atau toko peralatan lukis/gambar. Ada beberapa merek spidol yang bisa digunakan untuk tekstil antara lain adalah spidol gioto. Dalam pewarnaan, kamu bisa menggunakan teknik gradasi dan memvariasikan cara pewarnaan dengan teknik pointilis, blocking, garid-garis, dll.
3. Finishing
Agar gambar yang sudah jadi bisa awet dan tidak luntur, dalam proses finishing bisa dilakukan penyetrikaan. Setrika dengan suhu sedang hingga rata.
Taraaaa.... Kaos home made buatan kamu sudah jadi. Mudah bukan?
Dengan menggunakan kaos sebagai media gambar, gambar kamu akan dengan mudah dikenali orang. Selain itu kaos gambar karya kamu juga bisa dijadikan kado untuk orang-orang tersayang atau dijual di pasaran.
Gimana? Menarik bukan?
Selamat mencobaaaa....
Minggu, 19 Februari 2017
Inspiring People of The Day: Mafrur Udhif- Young Entrepreneur
Wirausaha, sebuah dunia yang memberikan janji tersendiri bagi siapapun yang menekuninya. Seperti yang sudah dikatan oleh Allah bahwa pintu rizki selalu terbuka lebar-lebar bagi siapapun yang mau berusaha, diantara 10 pintu, ada 9 pintu rizki yang di pandang sebelah mata oleh masyarakat yaitu dengan memilih jalan sebagai seorang pedagang/pengusaha.
Jalan menjadi seorang pemula dalam wirausaha inilah yang dipilih oleh pengusaha kuliner muda Mafrur Udhif Nofaizzi asal Mojokerto. Udhif nama panggilannya. Seorang mahasiswa TEP Universitas Negeri Malang 2011 yang saat ini menempuh pendidikan di semester 6. Usaha yang digeluti oleh Udhif bergerak di bidang kuliner utamanya adalah manisan kering. Awal mula ia memulai bisnis ini adalah di mulai dari suatu kompetisi bisnis plan yang diadakan oleh Koperasi dan UKM Nasional di Jakarta tahun 2013 silam.
Udhif mengaku bahwa ia mengikuti kompetisi ini awalnya karena iseng-iseng/ coba-coba namun ternyata dari 23.000 peserta yang ikut, hanya 300 proposal saja yang lolos dan salah satunya proposal Udhif yang mengangkat usaha dalam bidang kuliner yaitu manisan kering. Manisan kering yang di produksi saat ini terdiri dari manisan buah dan manisan sayur. Manisan buah diantaranya berbahan baku papaya sedangkan untuk manisan sayurnya terbuat dari blonce/labu dan tomat. Udhif mengaku bahwa mengetahui cara produksi manisan ini dari ibunya yang kebetulan sering mendapat pesanan dari para customer pada hari-hari lebaran khususnya lalu Udhif mencoba mengembangkan usahanya setelah mendapat modal sebesar 22 juta dari kompetisi bisnis plan yang ia ikuti. Saat ini usahanya tengah ia jalankan di kota kelahirannya Mojokerto dengan di bantu oleh ibunya sebagai manajer dan 2 orang lainnya sebagai tenaga produksi yang ia ambil dari tetangga sendiri.
Manisan ini ia jual online (FB, tweeter,web) dan di supply ke toko-toko makanan dan oleh-oleh. Pemasarannya sudah meramabah ke kota lain seperti Sidoarjo, Jombang dan Mojokerto. Dan untuk menambah nilai jual dari produk yang ia kembangkan saat ini, Udhif telah mengantongi sertifikat pematenan brand dari dinas perindustrian provinsi Jawa Timur dan PIRT dari dinas kesehatan provinsi Jawa Timur untuk meyakinkan pembeli bahwa produknya halal dan sehat.Walaupun usahanya tergolong baru namun omsetnya sudah cukup lumayan yaitu sekitar 2-3 juta/bulan. Banyak suka duka yang ia alami ketika menjalankan bisnis ini yaitu ketika harus terkena tipu senilai 2,5juta karena ada customer nakal belim lagi ketika memasarkan tidak semua toko welcome padanya. Namun getirnya pengalaman-pengalaman diatas akan terbayar ketika omset mulai naik, banyak pelanggan yang mulai order-order lagi dan pemasaran yang mulai meluas. Ketika bahan-bahan baku di pasaran naik, ia selalu mencari alternative-alternatif lain agar rasa tetap berkualitas karena kepuasan pelanggan adalah kepuasan tersendiri baginya. Saat ini selain memproduksi manisan, Udhif menambahkan bahwa dirinya memproduksi bumbu pecel. Ia berharap semoga apa yang dilakukan saat ini membuahkan hasil di masa yang akan datang. Udhif berpesan bahwa untuk meraih kesuksesan dalam wirausaha, kita harus NEKAT. Lakukan dan terapkanlah yang ada dalam angan-anganmu. Berhasil atau gagal itu hal yang biasa. Belajarlah dari setiap kegagalan karena dari sanalah kita akan berproses menjadi seorang PEMENANG.
Sudah Cukup Mengedukasi kah Dongeng di Negara Kita?
Saat ini karya sastra masih digunakan oleh banyak orang terutama guru dan orang tua sebagai media untuk menanamkan nilai moral-edukasi pada anak. Karya sastra yang cukup mereka gunakan adalah dongeng. Di rumah, setiap malam masih banyak orang tua yang menggunakan media dongeng sebagai pengantar. Banyak pula orangtua yang berlangganan majalah anak-anak dengan harapan dapat meningkatkan budi pekertinya melalui dongeng-dongeng yang ada dalam majalah tersebut. Di sekolah pun anak-anak sekolah dasar dan menengah juga diajarkan materi kesusatraan misalnya cerita pendek, dongeng, puisi, dan pantun. Maka dari itulah universitas yang didalamnya terdapat jurusan seperti PGSD,PAUD,Pendidikan Bahasa Indonesia terdapat matakuliah yang mengkaji tentang sastra, hal ini bertujuan jika kelak mereka penjadi seorang pendidik maka ia cukup mampu mengajar sastra pada peserta didiknya.
Kenyataan diatas menunjukkan bahwa karya sastra dalam artian sempit dongeng sangat penting terhadap perkembangan anak. Dongeng merupakan karya sasstra yang penuh akan imajinasi, tentu ini cukup singkron dimana pada masa anak-anak mereka cukup imajinatif. Dalam sastra terdapat nilai keindahan, kelucuan, sederhana, mengandung nilai pendidikan yang menyenangkan,sehingga tanpa dirasa, dongeng menjadi sangat efektif dalam menanamkan nilai moral dan edukasi pada anak.
Penyediaan buku bacaan dongeng sejak dini selain dapat meningkatkan minat baca anak juga diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan kognisi, afeksi dan psikomotor pada anak karena dalam dongeng ada kehidupan yang menawarkan nilai-nilai moral yang baik untuk perkembangan pikiran dan perasaan anak. Sehingga mutu dan kualitas dari dongeng yang diceritakan harus benar-benar diperhatikan terutama berkenaan dengan nilai moral yang ingin disampaikan karena jika dongeng yang diceritakan ternyata tidak mengandung sesuatu yang positif dan tidak mengajarkan kebaikan maka akan berakibat fatal terhadap karakter anak. Contohnya saja adalah ketika di Indonesia tersebar karya sastra Dongeng Si Kancil Mencuri Mentimun. Dalam dongeng ini diceritakan seekor kacil yang cukup cerdik namun licik, suka berbohong, dan ingin menang sendiri. Maka ini cukup berbahaya terhadap mental dan karakter anak bangsa. Hal ini bisa diamati dari fenomena-fenomena kebobrokan moral yang kerap kali muncul saat ini seperti merajalelanya kasus suap, korupsi,kolusi dan nepotisme. Maka karya sastra anak yakni dongeng yang telah tersebar di Indonesia terutama yang tidak mengajarkan nilai moral positif haruslah ditepis agar Indonesia menjadi negara yang berkarakter dan berkepribadian. Misalnya saja dengan menciptakan dan menyebarkan dongeng-dongeng yang edukatif serta menggubah dongeng lama seperti si kancil anak nakal menjadi si kancil anak yang rajin belajar. Jika hal ini dilakukan oleh setiap pendidik maupun orangtua maka lama-kelamaan dongeng yang tersebar menjadi lebih baik dan menginspirasi jutaan anak Indonesia agar menajdi generasi yang berakhlak mulia.
4 Hal yang Harus Kamu Lakukan Jika Kamu Adalah Seorang Juri Sejati
Pernahkah Anda mengikuti kompetisi dan ternyata yang menjadi pemenangnya cukup mengecewakan? Atau hasilnya di luar espektasi kita?
Untuk mengevalusi kemampuan, biasanya saya mengikuti sebuah kompetisi. Namun kadang hasilnya cukup mengecewakan. Terkadang yang menjadi pemenang bukan yang karyanya lebih baik atau dalam artian biasa-biasa saja. Sehingga peserta lain menganggap jika dalam kompetisi ini ada hal-hal yang kurang fair. Pernahkah Anda menemui hal serupa?
Ya,Juri memegang peranan cukup penting dalam sebuah kompetisi. Dari tangan juri lah maka akan tersebutlah pemenang-pemenang dalam perlombaan. Jika kamu adalah seorang juri sejati ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.
1. Utamakan Objektifitas Bukan Subjektifitas
Jika kamu adalah seorang juri sejati tentu kamu tidak akan peduli apakah ia adalah orang-orang terdekat kamu atau bukan. Menjadi seorang juri harus bisa melihat sesuatu secara realistis, dapat mengukur kemampuan peserta secara objektif tanpa embel-embel apapun.
2. Jangan Lakukan “Asas Pemerataan”
Dalam beberapa perlombaan, penulis sering menemui penjurian yang bersifat pemerataan. Apa yang dimaksud pemerataan? Pemerataan yang dimasud adalah juri memilih pemenang secara rata agar tdak ada pihak yang dirugikan. Misalnya saja ada peserta dari beberapa daerah A,B, C, D,E. Lalu juri memilih 1 pemenang dari 1 daerah agar masing-masing daerah ada yang menjadi juara. Padahal jika dilihat dari kemampuan secara objektif sebetulnya daerah C harusnya ada 3 orang yang layak menjadi juara. Namun karena juri melakukan asas pemerataan maka hasilnya akan menjadi kurang memuaskan dan di lain sisi yang layak juara akan dikecewakan.
3. Jangan Lihat Siapa dan Dari Mana
Seorang juri sejati, maka pada saat bertugas harus menutup mata. Tidak memandang siapa yang sedang dinilai dan darimana ia berasal. Cukup rasakan dengan hati mana yang berkualitas dan patut diperjuangkan.
4. Punya Alasan Kuat dalam Memilih Pemenang
Juri pada hakikatnya memiliki kapabilitas yang cukup dalam bidangnya. Juri memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga harus tahu mana karya yang bagus dan yang tidak. Memilih pemenang bukan tanpa alasan, juri harus memberi alasan karena manakala terdapat complain dari peserta lain juri bisa memberikan pertanggungjawaban atas keputusannya.
5. Say No To “Suap”
Ada banyak jalan agar seorang peserta menjadi pemenang dalam sebuah kompetisi termasuk dengan cara yang tidak halal yakni “menyuap” juri. Ini adalah godaan tersendiri bagi seorang juri. Jika kamu adalah seorang juri sejati, hindari hal ini karena tanggungjawab juri sangat besar. Bersikaplah jujur karena ini akan menentukan tingkat keprofesionalanmu dalam menjadi seorang juri yang jujur dan amanah.
Langganan:
Postingan (Atom)







